IMUNISASI MASAL - Kepala Dinas Kesehatan Kota Sorong Jemima Elisabeth, saat memberikan keterangan kepada TribunSorong.com usai kegiatan pencanangan imunisasi massal ORI campak dan difteri di Posyandu Kasih, Kompleks Melati Raya KM 9, Kelurahan Klasabi, Senin (13/4/2026). Program ini menargetkan 48.558 anak guna mencegah dan menanggulangi KLB difteri dan campak di Kota Sorong.
TRIBUNSORONG.COM, SORONG - Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Sorong menargetkan 48.558 anak mendapatkan imunisasi massal melalui program Outbreak Response Immunization (ORI).
Langkah ini diambil untuk menanggulangi Kejadian Luar Biasa (KLB) difteri dan meningkatnya kasus campak di Kota Sorong pada tahun 2026.
Kepala Dinkes Kota Sorong Jemima Elisabeth Lobat mengatakan bahwa ORI adalah langkah strategis untuk memutus rantai penularan dan membangun kekebalan kelompok (herd immunity).
"Difteri dan campak sangat berbahaya bagi kelompok rentan. Tanpa pencegahan, keduanya bisa memicu komplikasi serius," ujar Jemima, Senin (13/4/2026).
Program ORI ini akan dilaksanakan dalam tiga putaran, yakni pada April, Mei, dan Oktober 2026. Sasarannya adalah anak-anak berusia 2 bulan hingga 10 tahun.
Pelayanan imunisasi tersedia di Puskesmas, Posyandu, PAUD, TK, SD/MI, serta titik layanan kesehatan lainnya.
Jemima menekankan bahwa keberhasilan program ini memerlukan dukungan lintas sektor, mulai dari tokoh masyarakat hingga peran aktif orang tua.
Ia juga menghimbau masyarakat untuk tidak termakan hoaks terkait imunisasi agar target perlindungan anak dapat tercapai maksimal. (tribunsorong.com/ismail saleh)